00.30 -
apa saja
No comments
apa saja
No comments
Tuhan Itu Maha Romantis
Kenapa?
Karena Dia menciptakan rasa cinta, mengadakan kangen, dan menebar benih kasih sayang diantara makhluk-makhlukNya.
Tapi Tuhan juga suka mengancam.
Ya, bagi makhluk-Nya yang ingkar. Tapi bukankah kasih sayang itu lebih dominan, Kau boleh menghitung jumlah kata ar-Rahman dan ar-Rahim dalam kitab suciNya. Kemudian bandingkan dengan jumlah kata yang bersifat mengancam.
Ah, aku tak telaten membaca kitab suci, apalagi menghitung kata-kataNya.
Ehm, kalau begitu kamu lihat saja disekitarmu. Bukankah dunia ini perwujudan karsa Tuhan yang bisa kita raba dengan indera?
Tapi, aku lebih sering melihat manusia yang jahat. Koruptor, pencuri, pemerkosa, tukang adu domba, tukang fitnah.
Memang seperti itu nyatanya, media lebih banyak menampilkan kegelisahan-kegelisahan dilayar kaca, atau juga hiburan penuh canda tawa yang sebetulnya lama-lama memuakkan. tapi coba rasakan, bukankah itu membantu kita melihat kasih sayang Tuhan sebenarnya?
Maksudnya?
Media membantu kita menampilkan yang dzalim itu dzalim, yang jahat itu jahat, yamh membosankan itu membosankan.
Bisa juga itu propaganda media.
Nah, kau bisa menebak sebagian yang menurutku nyata itu. Tidak sedikit saudara-saudara kita yang sadar telah dibodohi. kesadaran itu kalau bukan kasih-Nya. lantas apa? Bukankah Tuhan Maha Baik lagi Maha Romantis.
Kita bisa merindu, menyayang, mencinta. Ada iba, kasih, resah, takut, riang.
Ah, kau ini bikin pusing saja. sudahlah, kita syukuri, nikmat malam dan secangkir kopi. Yang basi.
Karena Dia menciptakan rasa cinta, mengadakan kangen, dan menebar benih kasih sayang diantara makhluk-makhlukNya.
Tapi Tuhan juga suka mengancam.
Ya, bagi makhluk-Nya yang ingkar. Tapi bukankah kasih sayang itu lebih dominan, Kau boleh menghitung jumlah kata ar-Rahman dan ar-Rahim dalam kitab suciNya. Kemudian bandingkan dengan jumlah kata yang bersifat mengancam.
Ah, aku tak telaten membaca kitab suci, apalagi menghitung kata-kataNya.
Ehm, kalau begitu kamu lihat saja disekitarmu. Bukankah dunia ini perwujudan karsa Tuhan yang bisa kita raba dengan indera?
Tapi, aku lebih sering melihat manusia yang jahat. Koruptor, pencuri, pemerkosa, tukang adu domba, tukang fitnah.
Memang seperti itu nyatanya, media lebih banyak menampilkan kegelisahan-kegelisahan dilayar kaca, atau juga hiburan penuh canda tawa yang sebetulnya lama-lama memuakkan. tapi coba rasakan, bukankah itu membantu kita melihat kasih sayang Tuhan sebenarnya?
Maksudnya?
Media membantu kita menampilkan yang dzalim itu dzalim, yang jahat itu jahat, yamh membosankan itu membosankan.
Bisa juga itu propaganda media.
Nah, kau bisa menebak sebagian yang menurutku nyata itu. Tidak sedikit saudara-saudara kita yang sadar telah dibodohi. kesadaran itu kalau bukan kasih-Nya. lantas apa? Bukankah Tuhan Maha Baik lagi Maha Romantis.
Kita bisa merindu, menyayang, mencinta. Ada iba, kasih, resah, takut, riang.
Ah, kau ini bikin pusing saja. sudahlah, kita syukuri, nikmat malam dan secangkir kopi. Yang basi.
0 komentar:
Posting Komentar