Senin, 30 Desember 2013

Selamat Hari Senin

Aku pernah dilahirkan sebagai manusia.


Sabtu paing tiga puluh desember seribu sembilan ratus delapan puluh sembilan. Muncul dari rahim ibuku untuk melihat lucu-ironinya dunia. 24 tahun sudah, kalau tak salah hitungan. Tentu namyak lucunya. Lumrah banyak ironinya. Karena memang hidup seorang manusia.

Senin pon tiga puluh desember dua ribu tiga belas. Pagi yang biasa. Aku bangun dari kursi depan komputer. Mencari-cari hapeku, ada beberapa pesan singkat, mengirim doa dan selamat.  Lalu kepada kopi yang hampir basi, kutegakan lidahku menyesap pahitnya. Sebatang rokok murah yang kusulut, mengantarkan sampai diatas jamban. Seperti biasa. Mandi. Gosok gigi. Hampir lupa aku apa bedanya dengan hari-hari lain selama ini.

Yang membuatnya istimewa justru perhatian kawan, sedulur. Ada doa mereka yang kutangkup dalam aminku.

Naas, hari ulang tahun kali ini menjadi sangat berbeda, sangat istimewa. Karena doa yang begitu banyaknya, belum cukup menebus rindu. Gadis ayu itu membisu.

Ya sudah. Selamat ulang tahun diri. Semoga kau semakin tahu diri.



Senin Pon, 30-12-2013. Waktu matahari sepenggalahan.

0 komentar:

Posting Komentar