04.16 -
Kang Nyastra
No comments
Kang Nyastra
No comments
Dalam Kalbu Yang Murni (?)
"Dalam kalbu yang murni, usia cinta lebih panjang dari usia percintaan"
Jika menurut kata W.S. Rendra seperti diatas, kurang murnikah kalbu kita?
Tentu. Jawab jujurku. Kalbu kita memang dikontaminasi debu-debu gelisah. Virus-virus resah.
Tapi, bukankah dulu masa depan tampak begitu dekat? sekalipun harapan masih jauh....
Ya, memang. Aku sendiri kurang mengerti. Kita sangat bersemangat membayang hari esok. Bahagia yang entah bagaimana membuat kita sanggup menahan kesah. Paling tidak, itu nyata terjadi. Dulu.
Sekarang. Surabaya-Semarang tidak hanya soal jarak yang tak kurang 320 KM. Ada yang lebih membuat kita berjarak. Kekhawatiranku. Kerinduan yang terpaksa tertahan. Keabsurdan kasih kita. Kenyamananmu.
Lantas, hal-hal itukah yang menjadikan kalbu kita tidak murni lagi?
Aku bilang tidak! Tidak sepenuhnya. Barangkali, hatiku sendiri yang tak semurni dulu. Tapi entah mengapa, cinta tetap saja panjang usia.
Sedang padamu?
Aku cukup menunggu. Karena memang kita hidup dalam cinta, sekalipun itu dulu. Dan,
"Dalam kalbu yang murni, usia cinta lebih panjang dari usia percintaan" kata Rendra.
Jika menurut kata W.S. Rendra seperti diatas, kurang murnikah kalbu kita?
Tentu. Jawab jujurku. Kalbu kita memang dikontaminasi debu-debu gelisah. Virus-virus resah.
Tapi, bukankah dulu masa depan tampak begitu dekat? sekalipun harapan masih jauh....
Ya, memang. Aku sendiri kurang mengerti. Kita sangat bersemangat membayang hari esok. Bahagia yang entah bagaimana membuat kita sanggup menahan kesah. Paling tidak, itu nyata terjadi. Dulu.
Sekarang. Surabaya-Semarang tidak hanya soal jarak yang tak kurang 320 KM. Ada yang lebih membuat kita berjarak. Kekhawatiranku. Kerinduan yang terpaksa tertahan. Keabsurdan kasih kita. Kenyamananmu.
Lantas, hal-hal itukah yang menjadikan kalbu kita tidak murni lagi?
Aku bilang tidak! Tidak sepenuhnya. Barangkali, hatiku sendiri yang tak semurni dulu. Tapi entah mengapa, cinta tetap saja panjang usia.
Sedang padamu?
Aku cukup menunggu. Karena memang kita hidup dalam cinta, sekalipun itu dulu. Dan,
"Dalam kalbu yang murni, usia cinta lebih panjang dari usia percintaan" kata Rendra.
0 komentar:
Posting Komentar