Minggu, 13 Januari 2013

Sumpah (gue) Pemuda

84 tahun yang lalu,leluhur-leluhur kita telah bersumpah. Salah satu poinnya adalah ”Berbahasa satu,bahasa Indonesia”. Dan bukan “Berbahasa satu,bahasa gaul”. Melihat pemuda-pemuda zaman sekarang,tampaknya mereka begitu kreatif menciptakan bahasa baru untuk kaumnya. Media massa sangat berpengaruh dalam penyebaran kata-kata alay tersebut.
 
Akhir-akhir ini semakin banyak saja bahasa gaul yang beredar dilingkungan kita. Mulai dari anak-anak sampai kaum remaja. Semisal  kalimat trus gue harus bilang woow gitu?,ciyuuss,cus,atau bahasa alay lainnya,dengan gaya penyampaian yang terkesan berlebihan.  Tak hanya komunikasi verbal,lebih parah lagi virus alay ini seperti tanpa dosa bertebaran di sms,bbm,status-status jejaring sosial,bahkan puisi-puisi remaja. Mereka dengan begitu bangga sedikit demi sedikit mulai meninggalkan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Padahal pelajaran bahasa Indonesia sudah menjadi kurikulum wajib di semua sekolah,mulai dari SD,SMP,SMA hingga perguruan tinggi. Harusnya kecintaan anak terhadap bahasa bangsa begitu besar. Tapi nyatanya mereka malah menjauh dari  bahasa Indonesia yang sesuai dengan EYD.
 
Sebenarnya gaya bahasa ala anak gaul seperti itu sangat sulit dipahami,apalagi kalau antara penyampai dengan penerima berbeda generasi. Seperti ketika menulis pesan singkat atau status di facebook,ada yang menggunakan gaya huruf besar kecil,ada juga yang menghabiskan banyak karakter. Untuk membacanya saja dibutuhkan level gaul yang tinggi.
 
Kesadaran diri untuk berbahasa yang baik dan benar sangat dibutuhkan. Selain untuk melestarikan bahasa bangsa juga penting untuk memupuk kecintaan kita terhadap tanah air. Dimulai dari menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam berkomunikasi via sms,bbm maupun jejaring sosial seperti facebook dan twitter. Mudah bukan?
Karena bahasa menunjukkan bangsa.

0 komentar:

Posting Komentar